Rabu, 27 Juni 2012

Siapa Peduli Kalimantan

Indonesia Terancam kehilangan keanekaragaman hayati dari ekosistem hutan hujan tropis






Sebelum saya ke kalimantan, yang terpikir dalam benaku adalah sebuah pulau yang rimbun dengan pepohonan besar-besar. keindahan hutan lebat yang terpikirkan.

Namun setelah menginjakan kaki di pulau ini amatlah berbeda dengan apa yang kupikirkan sebelumnya, tak lagi kutemukan pohon besar, apalagi rmbunnya semak belukar, untuk berteduhpun dalam perjalanan sangat sulit karena yang ada tanah bebukitan yang gundul. Pepohonan hanya tinggal potongan kayu yang tidak terpakai. sebagian hitam bekas terbakar. sebagian sudah ditanami bibit sawit.

Sepanjang perjalanan terhampar perkebunan kelapa sawit. entah berapa perusahaan yang kulewati. Hutan sudah berubah menjadi perkebunan sawit.

Setelah saya browsing tentang perkebunan sawit di kalimantan, saya cukup tertegun. Ternyata hutan yang sudah menjadi perkebunan kelapa sawit tidaklah sedikit. Memang dengan adanya perkebunan kelapa sawit akses jalan semakin mudah, perekonomianpun mengalami kemajuan saat ini. Tapi apakah terpikirkan beberapa tahun kemudian?. Apa jadinya tanah kalimantan pasca perkebunan kelapa sawit.

Setelah saya baca dari beberapa sumber ternyata dampak dari perkebunan kelapa sawit sangat mengerikan. dibawah ini dampak negatif yang terungkap dari perkebunan sawit yang saya baca dari beberapa sumber :


  1.  Persoalan tata ruang, dimana monokultur, homogenitas dan overloads konversi. Hilangnya keaneka ragaman hayati ini akan memicu kerentanan kondisi alam berupa menurunnya kualitas lahan disertai  erosi, hama dan penyakit.
  2. Pembukaan lahan sering kali dilakukan dengan cara tebang habis dan land clearing dengan cara pembakaran demi efesiensi biaya dan waktu.
  3. Kerakusan unsur hara dan air tanaman monokultur seperti sawit, dimana dalam satu hari satu batang pohon sawit bisa menyerap 12 liter (hasil peneliti lingkungan dari Universitas Riau) T. Ariful Amri MSc Pekanbaru/ Riau Online).   Di samping itu pertumbuhan kelapa sawit mesti dirangsang oleh berbagai macam zat fertilizer sejenis pestisida dan bahan kimia lainnya.
  4. Munculnya hama migran baru yang sangat ganas karena jenis hama baru ini akan mencari habitat baru akibat kompetisi yang keras dengan fauna lainnya. Ini disebabkan  karena keterbatasan lahan dan jenis tanaman akibat monokulturasi.
  5. Pencemaran yang diakibatkan oleh asap hasil dari pembukaan lahan dengan cara pembakaran dan  pembuangan limbah, merupakan cara-cara perkebunan yang meracuni makhluk hidup dalam jangka waktu yang lama.  Hal ini semakin merajalela karena sangat terbatasnya lembaga (ornop) kemanusiaan yang melakukan kegiatan tanggap darurat kebakaran hutan dan penanganan Limbah.
  6. Terjadinya konflik horiziontal dan vertikal akibat masuknya perkebunan kelapa sawit. sebut saja konflik antar warga yang menolak dan menerima masuknya perkebunan sawit dan bentrokan yang terjadi antara masyarakat dengan aparat pemerintah akibat sistem perijinan perkebunan sawit.
  7. elanjutnya, praktek konversi hutan alam untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit seringkali menjadi penyebab utama bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.


 Selain dampak yang tersebut diatas bagaimana nasib Anggrek Hitam Kalimantan dan ratusan spesies yang menjadi kekayaan Indonesia.

Siapa yang peduli dengan Kalimantan ????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar